Rabu, 18 Juni 2014 4 komentar

Bootcamp MTCINE Joos

Ok sob sekarang ane mau cerita tentang pengalaman ane waktu ikut acara yang seru banget. Bootcamp MTCINE.Tapi sebelum ane cerita sepertinya ane bakal nyela ini dikit. Karena ane pingin berterimakasih pada ID-Networkers yang udah memberikan kesempatan buat orang kayak ane buat ikut acara ginian. Hehe, dan juga untuk beberapa bulan ini yang sudah memberi ane ilmu segudang dalam bidang networking selama kurang lebih 6 bulan ini.:D

Hehe, Untuk acara bootcamp ini sebenarnya sebelumnya agag galau. Loh, kenapa? mau ikut acara keren kok malah galau.  Gini sob, dari awal ane emang pingin ngambil ni bootcamp Mikrotik, tapi sampai beberapa hari sebelum bootcamp kagag ada yang ndaftar. Hadeh, rasane jan galau dah. Apalagi saat menghadapi kenyataan nanti bakal ikut CCIE SP. Tapi untungnya ada sosok penyelamat buat ane. Mas Aldiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii. Thanks masa aldy. Berkat dikau ane  bisa merasakan indahnya bootcamp MTCINE.

Saat tau bisa ikut bootcamp MTCINE. Wuih, rasane gag bisa mbayangin nanti bakal jadi MTCINE ( Sertifikat buat mbuttiin keexpertan ane, hehe ). Joooos, rasane pingin cepet - cepet sertifikasi dan dapet tu sertifikat. Pingin cepet - cepet kayak mas Ropix maupun mas Supono. Mas Trainer yang mbantu ane selama ini dalam bidang mikrotik. Yah, walaupun sebenarnya belum bisa dibandingin. Tapi minimal udah dapet sertifikat kayak mereka. :D. Sip dah

Acara besar ini dimulai dari tanggal 14 sampai tanggal 22  sob. Tapi tunggu dulu, ini hanya untuk bootcamp CCIE RS dan juga CCIE SP. Untuk MTCINE? Hahaha, kita gag perlu lama - lama sob. Cukup dari tanggal 14 sampai tnggal 18 aja buat bootcampnya. Habis itu? Yah terserah mau ngapain .

Jumat, 02 Mei 2014 0 komentar

Bedirectional Forwarding Detection

Overview

Sekarang kita akan membahas tentang apa itu BFD.
Apa itu BFD?
BFD adalah salah satu fitur yang ada pada router CISCO yang bisa digunakan untuk mendeteksi adanya masalah pada suatu link yang ada pada suatu jaringan. Loh kenapa kita memakai ini pada router yang kita gunakan?
Nah ini alasannya kita menggunakannnya,

Pada umumnya, pada suatu network, banyak sekali packet data yang melewati suatu link, terus, untuk mengetahui terjadinya problem pada suatu link, router akan mengirimkan suatu failure detection yang berguna untuk mengetahui tentang itu. Tapi ada permasalahan dikarenakan hal itu. Kenapa? karena semakin sering dan semakin banyak router mengirimkan failure detection packet data, maka akan semakin tinggi pula traffic yang terjadi pada suatu link. Dan ini tentunya menyebabkan link atau network semakin terbebani. Dikarenakan network menggunakan cara seperti ini untuk mengetahui tentang failure yang terjadi pada suatu network.

  1. Hello message dari routing protocol yang digunakan , tapi ini mempunyai beberapa kelemahan dikarenakan hello packet tidak mempunya intervel yang pendek, dan ini pula yang menyebabkan proses deteksi terhadap failure yang terjadi pada link semakin lama. 
  2. Kemampuan transmisi device yang digunakan untuk mengetahui failure link.
Sehingga perlunya untuk menggunakan BFD pada device yang berguna untuk menyelesaikan dilema diatas. Keuntungan kita menggunakan BFD adalah dikarenakan beberapa kelebihan yang ada pada feature ini, seperti di bawah ini
  1. BFD packet data mempunyai ukuran yang sangat kecil, jadi apa keuntungannya kalo ukuran pcket data ini kecil?. Ini tak akan memenuhi traffic yang ada pada suatu link walapun dikirimkan untuk interval yang sangat pendek. 
  2. Ini berdiri sendiri, tidak termasuk dalam suatu routing protocol. Jadi tidak akan berpengaruh walaupun terjadi masalah dengan routing protocolnya.
  3. BFD mempunya interval waktu yang sangat pendek. ukuran waktunya dalam skala miliseconds. Semakin sering packet detection ini dikirimkan, maka proses deteksi pada failure link akan semakin  valid dalam waktu yang sangat singkat
Rabu, 16 April 2014 2 komentar

Survival di Kota Pelajar

Ok sob, sekarang ane bakal nyeritain pengalaman ane seminggu yang lalu saat dapet tugas buat survival di kota wisata sekaligus kota pelajar. YOGYAKARTA.

Sebenere ane masih bingung untuk memulai dari mana, tapi mendingan dari awal aja waktu malam terakhir di Jakarta.
Malam terakhir di Jakarta sob, ane ma temen - temen ane yang nantinya bakal dibuang di Yogja, Mas Randy, Oky, dan Ary  diseneng - senengin dulu ama Mister Dedy, nonton bioskop. gag cuman yang biasa. tapi yang 3D sob, makan  - makan super mahal yang asline juga rasane gag jelas. Diajak jalan - jalan ke mall. Yah pokoknya dimanja - manja dulu lah
Tapi cobaan sebenere baru terjadi besoknya sob. Kita dinaikin kereta ekonomi dari Pasar senen dan harus mbalik ke Jakarta seminggu dengan kereta eksekutif. Dan itu baru dapet nilai C. Kite - kite dapet nilai B kalo naik pesawat. Lah, terus kalo nilai A naik apaan dong?   -_-
Hmmm, misteri

Rabu, 12 Februari 2014 0 komentar

Lab 28. OSPF Virtual Link

Nah sekarang kita akan membahas lebih dalem tentang OSPF sob, tentu ente masih inget dengan konfigurasi dasar OSPF di CCNA, iya kan sob?

Ente tentu masih inget di OSPF harus satu area, atau beda area tapi masih terhubung ma area 0 ( backbone)
Terus kalo areanya tidak langsung terhubung ke area 0 terus piye?

Lah itu sob yang bakal ane bahas di Lab kali ini
Disini kita akan menggunakan Virtual Link
Loh apa itu Virtual Link?

Check it out!




Diatas bisa kita lihat area 2 dan area 3 tidak langsung terhubung dengan area 0, maka konfigurasinya jadi seperti dibawah ini

0 komentar

Lab 27. EIGRP Stub Receive-Only

Nah jika tadi kita berbicara tentang redistributes ,maka sekarang kita akan membicarakan tentang hanya ada directly connected aja sob di routingan tabel nya

dengan konfigurasi seperti dibawah ini

R2(config)#router ei 1
DN-R2(config-router)#eigrp stub receive-only

Setelah itu kita cek pada routingan tabel semua router

R3

IDN-R3(config)#do sh ip ro
Codes: C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
       D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
0 komentar

Lab 26. EIGRP Stub Redistributed

Nah sekarang kita akan melihat sob jenis bstub yang lain, yaitu Stub Redistributed. Jadi disini yang ada di routing tabel adalah hanya routingan yang pernah diredistributed di R2. Ente inget kan yang kita redistribute itu yang static, yang ke R1 atau 1.1.1.1/32
lah, nanti yang akan ke;luar pada routingan tabel hanya 1.1.1.1/32 ma yang directly connected aja

terus di R2 tingga dikonfigurasi seperti dibawah ini

R2(config)#router ei 1
R2(config-router)#eigrp stub redistributed


Kemudian kita coba liat di routingan tabel R3

IDN-R3(config)#do sh ip ro
Codes: C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
       D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area

1 komentar

Lab 25. EIGRP Stub Static


Nah, ini masih mbahas lab sebelumnya sob
Kalo yang sebelumnya connected ma summary, maka ini yang bakal ane bahas yang staticnya

Kalo disini yang akan diadvertise adalah routingan static doang
kalo yang gag statis maka kagag ada

Gini sob konfigurasinya

R2(config)#router ei 1
R2(config-router)#eigrp stub static


Maka hasilnya akan seperti di bawah ini

R3(config)#do sh ip ro
Codes: C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
       D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
 
;