Nah, sekarang kita akan mencoba untuk beralih ke Equal Load Balancing, Sebenere menurut ane, kita bener - bener bisa memanfaatkan network utilization bila kita menggunakan ini. Dikarenakan kita bener - bener bisa mambagi jalur packet data berdasarkan kemampuan port kita dalam mendistribute packet data. Jadi bila yang bisa melewatkan data yang besar kita pakai sebagai jalur utama, yang lebih banyak bekerja. Kemudian yang lebih rendah harwarenya akan kita perankan sebagai jalur bantuan atau jalur kedua.
Untuk mencobanya kita hanya perlu menggunakan topologi dan konfigurasi di atas aja
Secara default pada equal link sudah langsung load balance, namun tidak pada link yang unequal, kita perlu konfigurasikan nilai variance lerlebih dahulu baru kemudian bisa load balance. Untuk menjadikan unequal, kita rubah bandwidth menjadi lebih kecil dari 10000 Kbit pada link yang menuju ke router R2, misalkan 1000 Kbit sehingga tidak equal lagi
R1(config)#int f0/0
R1(config-if)#bandwidth 1000
R1(config-if)#do clear ip route *
Kemudian kita cek pada routing tabelnya dan didapat hanya satu jalur yang dilewati yakni melalui R3
R1(config)#do sh ip ro
R1(config)#do sh ip ro
Nah sekarang kita akan membahas tentang CoS sob, CoS merupakan fitur Junos OS untuk "mengelompokan" packet supaya perlakuan per packet bisa berbeda beda sesuai kebutuhan. CoS berguna sebagai pengambil keputusan saat traffic mengalami kemacetan, karena packet sudah "dikelompokan" router bisa memilih packet mana yang di-drop terlebih dahulu untuk mengatasi kemacetan. Multifield classifer melakukan klarifikasi dengan memeriksa beberapa field packet header. misalnya ip address sumber dan tujuan. Multifield seringkali dikonfigurasi untuk edge router.
Konfigurasi multifield seperti halnya menggunakan firewall filter, jadi mari kita mulai saja.
Sekarang tujuan Lab kita adalah untuk menandai dari prefix 3.3.3.3/32 yang melewati em3 di R1. Forwarding class yang digunakan adalah expedited-forwarding.
Disini kita masih menggunakan Bahan di Lab 8
root@R1# show
term 1 {
from {
source-address {
3.3.3.3/32;
}
}
Nah sekarang ane bakal mbahas cukup banyak untuk postingan kali ini
Yaitu
Yaitu
- Konfigurasi static route
- OSPF
- Routing Policy
- Firewall Filter
Nah untuk mbahas itu semua mendingan ente mbuat topologi seperti dibawah ini agag lebih mudah dipahami
Setelah itu kita konfigurasikan IP nya
R1
[edit]
root@R1# set interfaces em1.0 family inet address 12.12.12.1/24
Nah sekarang ane bakal njelasin tentang konfigurasi telnet pada Junos sob, ente tau kan gunanya telnet itu apa?. Telnet itu gunanya buat kita bisa mengakses router dari perangkta lain sob. Jadi kita ndag perlu repot repot konfigurasi satu - satu dengan kabel konsol.
Junos sendiri mendukung akses telnet menuju Junos device. Akan tetapi akan lebih aman jka kita mnggunakan SSH. SSH berbeda dari telnet dikarenakan pertukaran data antara PC/Laptop kita menuju Junos Device melalui a secure channel
Konfigurasi SSH dan Telnet di Junos
[edit]
root@R1# set system services ssh
[edit]
root@R1# set system services telnet
Setelah mengaktifkan SSH di Junos Device, kita bisa mengaksesnya melalui encrypted session. Karena session encrypted, kita bisa login ke Junos menggunakan root login
Saat login menggunakan root, kemudian akan diarahkan ke FreeBSD shell.Untuk masuk ke CLI, kemudian ketikkan cli command ke prompt.
Network Time Protocol ( NTP ) adalah protocol yang digunakan untuk mensinkronisasikan sistem waktu ( clock ) pada komputer terhadap sumber yang akurat, melalui jaringan intranet atau internet. Dalam implementasinya nanti akan ada yang namanya NTP server dan NTP client. Disini NTP server disebut sebagai server untuk sinkronisasi waktu bagi client, sedangkan NTP client disebut sebagai yang meminta waktu kepada NTP server. Dalam aplikasinya, sebaiknya jaringan mempunyai satu atau lebih NTP server lokal untuk semua NTP client, yang disinkronkan terhadap NTP server di luar jaringan. Konfigurasi ini lebih menjamin antar sistem-sistem yang terkait dalam jaringan yang bersangkutan.
Kemudian akan kita coba, dengan mensetting zona waktunya
root@R1#set system time-zone Asia/Jakarta
Kemudian kita akan mengubah tanggal dan waktu secara manual
Sekarang kita akan mengenal lebih dalam tentang rollback kawan
Dan sekarang langkah pertama kita akan mencoba untuk melakukan rollback dari cli
Kemudian pertama kita akan mencoba untuk melihat roolback yang tersedia dengan melihat telah kapan berapa kali kita melakukan commit.
Untuk itu gunakanlah command show system commit
Langganan:
Postingan (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact